Monday, March 27, 2017

*TERLENA*

*TERLENA*

Waktu berlalu begitu pantas menipu kita yang terlena

Belum sempat berzikir di waktu pagi, hari sudah menjelang siang, Belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi.

Niat pukul 9.00 pagi hendak solat Dhuha, tiba-tiba azan Zuhur sudah terdengar.

Teringin setiap pagi membaca 1 juzuk Al-Quran, menambah hafalan satu hari satu ayat, itu pun tidak dilakukan.

Rancangan untuk tidak akan melewatkan malam kecuali dengan tahajjud dan witir, walau pun hanya 3 rakaat, semua tinggal angan-angan.

Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur? Berseronok dengan usia?

Lalu tiba-tiba menjelmalah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tidak lama terasa menjadi 50 dan kemudian orang mula memanggil kita dengan panggilan "Tok Wan, Atok...Nek" menandakan kita sudah tua.

Lalu sambil menunggu Sakaratul Maut tiba, diperlihatkan catatan amal yang kita pernah buat.

Astaghfirullah, ternyata tidak seberapa sedekah dan infak cuma sekadarnya, mengajarkan ilmu tidak pernah ada, silaturrahim tidak pernah buat.

Justeru, apakah roh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan di saat berpisah daripada tubuh ketika Sakaratul Maut?

Tambahkan usiaku ya Allah, aku memerlukan waktu untuk beramal sebelum Kau akhiri ajalku.

Belum cukupkah kita menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun?
Perlu berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang, petang dan malam, perlu berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar kita BERSEDIA untuk mati?

Kita tidak pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala, maka 1000 tahun pun tidak akan pernah cukup bagi orang-orang yang terlena.


Pak HAMKA - Pujangga Nusantara

Saturday, March 25, 2017

Memburu Impian

video

Selangkah Aku Melangkah,Dunia Ku Mula Berubah

Jom Berubah - Aku Nak Berubah!



Keberanian untuk membuat perubahan merupakan kunci dalam membuat hidup kita semakin dinamis, berwarna, dan tentunya berakhir manis.

Lalu kenapa kita harus berubah? Ini adalah pertanyaan klasik yang harus pula dijawab dengan jawaban taktis, "karena kita diciptakan untuk berbeda."

Setiap perbedaan yang kita miliki adalah modal untuk membuat sebuah pembaharuan yang dimulai dari dalam diri kita. Kesempatan yang kita ambil, keunikan yang kita punya, dan kelebihan serta kekurangan yang melekat dalam diri kita, semuanya merupakan Brave Factor(faktor keberanian) yang harus kita bangkitkan untuk memulai perubahan.


Aku memang tidak sempurna tapi aku ada untuk menyempurnakan

Buktikan dirimu untuk diri mu sendiri bukan untuk orang lain

Kamu akan maju jika pernah membuat kesalahan

Terkadang orang lain tidak menyadari apa yang kita lakukan untuk mereka sampai kita berhenti melakukannya

Berhentilah merendahkan dirimu. You are created to be different!

Aku tidak akan pernah kalah, selama aku belajar untuk menang dan menerima kekalahan

Berubah itu mungkin selama kamu percaya bahwa perubahan bukanlah hal yang mustahil

Lakukanlah sesuatu yang menurutmu akan terlaksana

Seseorang yang cukup gila yang berpikir bahwa dirinya dapat mengubah dunia, maka dialah yang mampu mengubahnya

Rahasia untuk mewujudkan keberhasilan adalah dengan menjadikan setiap langkah kita sebagai kebiasaan

Sangat baik jika kamu menjadi orang penting, tapi lebih penting lagi jika kamu menjadi orang yang terbaik

Kamu diciptakan untuk membuat perbedaan

Aku tidak pernah bermimpi untuk sukses, aku hanya bekerja untuk meraih kesuksesan itu

Pilihanmu akan menentuka siapa dirimu nanti

Aku tidak akan pernah menyesali apapun kecuali kesempatan yang aku abaikan

Mulailah dengan mencintai dirimu lalu lakukan apa yang kamu sukai

Tubuh akan meraih apa yang diyakini oleh pikiran

Tidak ada "lift" untuk sukese, kamu harus menapakinya lewat tangga satu persatu

Kamu menginginkan sesuatu yang belum dimiliki? Lakukanlah sesuatu yang belum pernah kau lakukan

Kadang kamu menang, kadang kamu hanya perlu belajar lebih

Sekali kamu berani untuk berubah, maka percayalah saat itulah permulaan baru untuk dirimu telah berjalan

Cinta mengajarkan kita dua hal : bagaimana untuk bangkit, dan apa yang harus dilakukan jika gagal

Aku adalah orang yang cukup baik sehingga memaafkanmu tetapi aku bukanlah orang yang begitu bodoh sehingga harus mempercayaimu lagi

Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang kamu impikan di masa yang akan datang, kebahagiaan adalah apa yang kamu rancang untuk hari ini


Tuesday, March 21, 2017

5 Ways to Read More Books (even when you’re busy)

5 Ways to Read More Books

1.) Read More by Reading Less

Instead of trying to read a book, I’ve started reading just a chapter a day. Instead of waiting until I have time to curl up with a good book, I have dedicated 10-20 minutes a day to just read one chapter.

2.) Multitask Your Reading Time

I’ve started reading while I’m doing other things, like eating breakfast or using my exercise bike. This way I can get some quality reading time in, even when I’m busy. So that 10-20 minutes I mentioned in the step above? 10 minutes while I eat, another 10 minutes while I’m exercising and I’m set. A chapter a day, no problem.

3.) Carry a Book With You

I have carried a book in my purse and in my vehicle for years. This way, when I am away from home and find myself with free time or waiting for something, I can dig into a good book instead of wasting time on my cell phone.

4.) Listen to Audiobooks

You can read more about my growing affection for audiobooks in this post on eight reasons to listen to auidobooks. Suffice it to say, you can listen to a book, even if you aren’t free to read one. In the car, while doing the dishes, etc.

5.) Read Shorter Books

I am not a huge fan of novellas, but sometimes reading shorter books makes them less daunting. Especially when you’re busy. I’m learning that some novellas are better developed than others. So finding a good novella author, is always a win. You can also find shorter nonfiction books.

Any Ideas?

source : http://booksfaithandcoffee.com/category/blog/

Sunday, March 19, 2017

Ingin Melakukan Perubahan Dalam Hidup? Coba 10 Tips yang Sudah Terbukti Pada Banyak Orang Ini


Kapan waktu yang tepat untuk berubah? Jawabannya adalah tidak ada. Artinya ini bukan masalah waktu melainkan kesiapan kita untuk menghadapi perubahaan atau transisi besar dalam hidup.

Salah satu hal tersulit untuk melakukan perubahan adalah melakukan hal yang tidak biasa kita lakukan atau mengubah kebiasaan kita.

Seperti tempat tinggal, menikah, mempunyai anak, berbicara yang berbeda antara sahabat dan rekan kerja di kantor, dan masih banyak lagi.

Jika masih bingung bagaimana cara berubah yang baik dan efisien, berikut 10 tips perubahan berbasis penelitian seperti dilansir dari psychologytoday.com.

1. Percaya Bahwa Perubahan Akan Merubah Hidup Kita
Karena melakukan perubahan adalah hal besar, jadi daripada mencoba untuk mendorong diri, sebaiknya percaya bahwa perubahan akan merubah hidup kita.

2. Jangan Stres Karena Perubahan Bukan Ancaman, Melainkan Tantangan
Menurut para peneliti, kita dapat mengubah ketakutan akan perubahan itu menjadi kesempatan untuk menaklukannya.

3. Menghargai Manfaat Dari Perubahan
Selain percaya, maka kita harus menghargai manfaat dari perubahan. Karena perubahan yang rutin dilakukan akan merangsang tumbuh jalur saraf baru.

4. Ingat Keberhasilan yang Pernah Dilakukan
Sebelum menghadapi tantangan baru, gunakan pengalaman dan keberhasilan sebelumnya untuk memberikan kita kekuatan.

5. Mencari Dukungan Baru
Menurut peneliti, salah satu cara paling signifikan untuk berhasil mengelola perubahan adalah mendapatkan dukungan baru. Dukungan ini bisa secara emosional atau juga fisik.

6. Bersiap, Bersiap, dan Bersiap
Cara terbaik menjami bahwa semua yang akan kita lakukan benar adalah persiapan. Tidak hanya sekali. Persiapan harus dilakukan berkali-kali agar matang.

7. Merenungkan Dimana Posisi Kita Dalam Kehidupan yang Akan Datang
Jika persiapan sudah matang, jangan sampai hasil akhirnya tidak sesuai. Coba renungkan bagaimana kita akan bergerak nantinya.

8. Fokus Pada Aspek Positif
Buang segala pikiran negatif agar kita bisa bergerak sesuka hati. Terus focus dan jangan pernah berpikir gagal.

9. Menggunakan Role Model yang Menginspirasi
Carilah sosok atau sesuatu hal yang bisa menginspirasi kita. Kita bisa belajar dari sosok itu dan menjadikannya patokan keberhasilan perubahan kita.

10. Sadar Jika Perubahan Pasti Terus Terjadi Dalam Hidup
Tanpa perubahan, hidup akan sangat membosankan. Oleh karena itu, sadarilah jika perubahan tidak hanya akan terjadi sekali dalam hidup, melainkan berkali-kali. Jadi, bersiaplah!

Sumber: intisari-online.com

Thursday, March 16, 2017

Ini Dia Manfaat Baca Al Quran yang Mungkin Belum Anda Ketahui


AL-QURAN adalah kitab suci yang berisi ajaran islam. Di dalamnya terdapat perintah untuk membaca. Kenapa Al-Quran harus dibaca?

Selain karena kandungan isinya yang berupa petunjuk bagi kehidupan umat manusia agar selamat di dunia dan akhirat, membaca Al-Quran ternyata memberikan efek-efek tertentu yang bermanfaat bagi tubuh kita.


Beberapa penelitian telah dilakukan oleh para ahli terkait dampak membaca Al-Quran bagi kesehatan. Berikut ini hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut:

Pertama, mendatangkan ketenangan jiwa.

Membaca Al-Quran dapat mendatangkan ketenangan jiwa hingga 98%. Hasil penelitian ini dipaparkan dalam konferensi kedokteran islam Amerika Utara pada 1985. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan peralatan canggih oleh Dr. Al Qadhi di sebuah klinik besar di Florida, Amerika Serikat.



Kedua, janin bertumbuh optimal.

Janin yang diperdengarkan bacaan Al-Quran secara tartil, pertumbuhannya menjadi lebih optimal. Penelitian tersebut dilakukan terhadap bayi yang baru berusia kurang lebih 48 jam oleh Dr. Nurhayati asal Malaysia pada tahun 1997.



Ketiga, potensi otak meningkat.

Orang yang membaca Al-quran potensi otaknya meningkat drastis akibat dilepaskannya hormon bahagia yang dikenal dengan istilah endorfinatau endogenous morphin. Penelitian terhadap hal ini dilakukan di Mesir.

Keempat, berdampak pada psikologis.

Mendengarkan bacaan Al-Quran dengan tartil dapat lebih memberikan ketenangan dibandingkan dengan hanya sekadar mendengar bacaan dalam bahasa arab pada umumnya. Penelitian tersebut dilakukan oleh Muhammad Salim di Universitas Boston.

Membaca ataupun mendengarkan bacaan Al Qur’an berdampak pada psikologi atau kejiwaan kita. Kondisi jiwa akan lebih tenang, penurunan depresi atau kegelisahan, terhindar dari tekanan, dan lainnya. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh baik bagi kesehatan dan akan sangat membantu aktivitas keseharian kita. []

https://www.islampos.com/manfaat-baca-al-quran-mungkin-belum-ketahui-3883/

Wednesday, March 15, 2017

CORETAN DARI DAPUR BONDA NOR

Ada seorang bakal penulis yang Whatsapp saya..

"Bonda, saya bersemangat nak menulis. Boleh ke kalau saya nak start bulan 5 nanti? Sekarang saya sedang fokus pada preparation untuk.... "

Baiklah. Jawapan saya begini saja..

"Jangan tunggu esok-esok kalau nak menulis. Curi-curi saja masa yang ada pada hari ini. Esok-esok ada kerja lain pula. Percayalah.. kerja tak pernah habis."

Saya bercakap berdasarkan pengalaman sendiri dan pemerhatian saya terhadap banyak situasi.

Misalnya, saya pernah follow up cerpen dari seorang penulis. Katanya..

"Insya-Allah nanti saya akan fokus siapkan masa saya ikut suami outstation 2 minggu. Saya ada banyak masa lapang waktu tu.."

Setelah 2 minggu, adakah beliau berjaya? Tidak! Cerpen itu akhirnya hanya berjaya disiapkan last minute ketika beliau sedang bergelut dengan tekanan dan kesibukan rutin harian.

Kawan,

Percaya ini.. Setiap kali kita ingin berbuat sesuatu hal kebaikan, kita terpaksa berjuang melawan bisikan syaitan. Syaitan sangat licik. Dia tak suruh kita batalkan, tapi tangguhkan.

Misalnya juga, pernah saya bersungguh mahu membantu anak-anak dalam pembelajaran. Mahu ajar sendiri. Tapi datang bisikan.. nantilah.. tak lama lagi cuti.. masa tu nanti boleh fokus habis-habisan.

Akhirnya apa berlaku? Cuti yang ditunggu-tunggu telah datang. Setiap hari ada saja lambakan kerja. Majlis itu, majlis ini. Urusan itu, urusan ini. Ya. Akhirnya cuti dua bulan berlalu begitu saja!

Subhanallah. Dari situ saya terpaksa akur pada pesanan Rasulullah tentang konsep istiqamah. Buat sedikit tapi berterusan itu lebih baik dan disukai Allah dari kerja seketika yang kononnya pulun habis-habisan.

Sungguh, mengusahakan kebaikan menuntut istiqamah. Demikian juga melawan bisikan syaitan pula menuntut mujahadah.

Bercakap soal mujahadah ini, saya ingin kongsikan cerita seorang peniaga. Katanya..

"Rasa malas, rasa putus asa itu biasa. Tapi saya perasan satu perkara. Setiap kali saya berjaya melawannya dan tetap juga berdegil membuka kedai saya, pada hari itu saya pasti akan mendapat keuntungan berlipat kali ganda!"

Masya-Allah!

Daripada beberapa kisah ini, tidakkah kita mendapat sesuatu untuk dipelajari?

#CoretanDariDapurBondaNor

Tuesday, March 14, 2017

5 Langkah Kembali Menyayangi Al Quran


Al-Quran adalah sebuah buku istimewa yang tidak pernah lupa kepada kita. Ayat-ayat di dalamnya sentiasa mengingatkan kita berkali-kali bahawa dunia ini hanyalah terminal sementara sahaja.

Waktu kita kecil-kecil dahulu, Mak suruh kita belajar mengaji. Kalau malas belajar, Ayah pun marah.

Kita belajar mengaji untuk rasa selamat. Selamat dari disuruh-suruh atau dimarahi.

Mak dan Ayah pun rasa selamat kalau kita boleh mengaji. Lebih selamat waktu kita berjaya khatam Al-Quran.

Kita pun rasa selamat sangat pada masa itu.

Masa berlalu kita pun sibuk dengan belajar, keluarga, kerja dan semuanya. Sekali-sekala terlihat Al-Quran, rasa sedih juga dalam hati. Lama tidak membaca buku kesayangan ini. Dahulu dikendong penuh kasih-sayang ke sana dan ke mari.

Entah kenapa bila kita membaca semula sepotong dua ayat di situ, ada rasa tenang menyusup ke dalam hati. Rasa tenang yang tidak dapat diberi oleh dunia dan segala isi di dalamnya.

Kenapa rasa begini ya? Atau sebenarnya kita rindu untuk membaca Al-Quran seperti dahulu? Rindu buku kesayangan peneman zaman kanak-kanak dan awal remaja kita? Buku yang sentiasa menyelamatkan kita, dan buat ibu bapa kita rasa lega kalau kita tahu membacanya.

Jangan abaikan rasa rindu ini kerana mungkin hati kita sedang disapa Ilahi. Memang bukan mudah mendidik hati meluangkan masa berteleku membaca Al-Quran semula. Tetapi jika dimulakan dengan langkah yang kecil dan mudah, pasti semuanya tidak menjadi mustahil untuk dilakukan.

Ikuti 5 langkah paling mudah ini untuk kita belajar menyayangi Al-Quran semula.

1. Niat yang ikhlas

Bertuahnya menjadi umat Nabi Muhammad saw, berniat melakukan kebaikan pun sudah mendapat pahala. Sebut dengan jelas kepada diri sendiri, saya ingin tekun mengaji Al-Quran semula kerana:

[+] ingin menjadikannya pelindung di akhirat kelak
[+] ingin merasa tenang yang tiada tolok-bandingnya
[+] ingin mencari redha Ilahi

Tanya pada hati sendiri kenapa kita ingin membaca Al-Quran semula. Sebutkan niat ini dengan jelas. Percayalah Allah swt pasti mendengar dan akan memudahkan urusan kita nanti, asalkan kita tidak berputus-asa.

“Sungguh, Allah mengetahui yang ghaib (tersembunyi) di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati”.

-Surah Al-Fathir: Ayat 38
2. Ini Al-Quran dan Terjemahan saya!

Ini bahagian yang menarik juga.

Dapatkan satu Al-Quran beserta Terjemahan kita sendiri, yang baru di kedai buku agama berdekatan. Mengambil sedikit wang di dalam dompet untuk membeli buku paling istimewa begini pasti tidak akan merugikan. Beli yang dekat di hati, mungkin kecil agar mudah digenggam dibawa ke mana-mana, atau dengan cover warna pilihan. Jadikan ia buku peribadi, buku kesayangan kita selama-lamanya.

Kenapa perlu terjemahan pula? Seperti bercinta, jika hendak mengenali hati budi seseorang, pastilah kita perlu memahaminya dahulu betul tak? Jadi kali ini kita baca Al-Quran dengan terjemahannya sekali. Barulah bercinta namanya!

3. Mula membaca

Adakalanya perkara paling susah untuk dibuat adalah untuk bermula. Cari kekuatan untuk mula membaca Al-Quran semula, kali ini dengan misi lebih jelas – untuk belajar memahaminya juga (melalui terjemahan).

Perkataan pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah Iqra’ atau “bacalah”. Walaupun kita mampu membeli Al-Quran paling mahal dan cantik, buku ini tidak akan dapat membantu kita sekiranya terbiar menjadi perhiasan di dalam almari kaca.

Lama tidak membaca Al-Quran rasa kurang cekap pula. Jangan risau.

“Orang yang membaca Al-Quran dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala”.

-Riwayat Muttafaq Alaih
Betapa sayangnya Allah swt pada kita. Tidak pandai baca pun dapat pahala!

4. Tekun menghayati

Meluangkan masa setiap hari untuk membaca Al-Quran agak mencabar juga jika kita terbiasa sibuk dengan urusan harian. Letak satu misi yang mudah dicapai seperti 1 hari = 1 mukasurat dahulu. Pilih waktu yang kurang gangguan seperti di awal pagi atau pun sebelum kita melelapkan mata. Tekun mengikuti jadual ini sehingga kita merasa tidak selesa jika tidak sempat membaca Al-Quran.

Oh ya jangan lupa tandakan ayat-ayat yang menyentuh hati kita. Kadangkala kita akan bertemu dengan jawapan yang kita cari-cari pada mukasurat Al-Quran yang kita selak pada hari itu. Ini bukan kebetulah tetapi Allah swt telah menghantar jawapan dan panduan terus kepada kita, di saat-saat kita perlukannya.

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mahu mengambil pengajaran?”

-Surah Al-Qamar: Ayat 22
5. Amal dan baiki diri

Al-Quran adalah sebuah buku istimewa yang tidak pernah lupa kepada kita. Ayat-ayat di dalamnya sentiasa mengingatkan kita berkali-kali bahawa dunia ini hanyalah terminal sementara sahaja. Masalah dan dugaan di dunia ini akan dirasakan seperti debu yang berterbangan jika kita sentiasa membaca buku penyejuk hati ini, serta berusaha memperbaiki bacaan dan pemahaman kita.

Menyayangi Al-Quran = Kita baca + fahami + sentiasa perbaiki diri.

Jika dunia ini menduga kita, kita kembali kepada Al-Quran.

Jika hati merasa bahagia, kita ambil Al-Quran dan baca lagi.

Jika merasa kehilangan, dakap Al-Quran ini dan rasakan diri sangat disayangi.

Kembali menyayangi Al-Quran = Kembali ke jalan Ilahi.

“Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barang siapa mengkehendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju Tuhannya”.

-Surah Al-Insan: Ayat 29
Dengan umur kita yang semakin meningkat, rasa tenang adalah prioriti dalam hidup ini.

Begitu juga dengan rasa selamat, tentang apa yang kita cari dalam hidup ini.

Dengar bisikan hati kita yang ingin kembali meneliti buku istimewa Al-Quran yang sentiasa memberi rasa selamat sejak dahulu, kini dan akan menyelamatkan kita suatu hari nanti.

Pada hari-hari di mana air mata kita menitis sewaktu membaca Al-Quran ini, adalah hari di mana hati kita sudah mula terbuka untuk menyayanginya semula.

Selamat membaca Al-Quran semula.

Semoga beroleh rasa tenang dan selamat yang dicari.

“Wahai jiwa yang tenang!
Kembalilah kepada TuhanMu dengan hati yang redha dan diredhaiNya.
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu.
Dan masuklah ke dalam syurgaKu”.

-Surah Al-Fajr: Ayat 27-30

KONGSIKAN TAZKIRAH INI

JANGAN MEMIKIRKAN HARI KEMAREN DAN JANGAN KHAWATIRKAN HARI ESOK,TAPI MAKSIMALKAN HARI INI DENGAN BIJAKSANA

Manusia dikarunia pikiran dan hati oleh Allah yaitu agar kita bisa senantiasa berfikir atas segala sesuatu yang hadir dalam kehidupan ini. Allah memberi kita predikat sebagai khalifah dibumi karena akal dan fikiran yang kita miliki, maka senantiasalah bertafakkur kepada Allah atas apa yang telah kita dapatkan selama ini.

Tetapi meskipun kita dituntut untuk selalu berfikir, jangan sampai kita keenakan berfikir kejadian hari kemaren dan berlarut dalam angan mengkhawatirkan hari esok, hingga lupa untuk memaksimalkan hari yang kita punya saat ini dengan berlaku bijak.

Jangan Terlaru Larut Memikirkan Hari Kemaren, Karena Waktu Takkan Terulang Kembali

Maka dari itu meskipun berfikir itu dianjurkan kepada kita sebagai manusia, jangan sampai kita terkecoh dan berlarut-larut untuk memikirkan hari kemaren. Karena seistimewa apapun dan seburuk apapun hari kemaren waktu yang terlewati tidak akan pernah terulang kembali.

Cukup kita jadikan pelajaran agar hari selanjutnya kita akan menjadi diri yang lebih baik, semua kejadian dihari kemaren kita jadikan sebuah pelajaran hidup semata dan ajang untuk mensyukuri nikmat Allah.

Jangan Khawatirkan Hari Esok, Sebab Allah Selalu Tahu Apa Yang Terbaik Untukmu

Dan jangan berfikir untuk mengkhawatirkan hari esok, sebab Allah selalu tahu apa yang terbaik untuk kita. Maka dari itu jangan sampai kita buang-buang waktu untuk memikirkan bagaimana kehidupan kita dihari esok dengan selalu bermanja-manja dengan angan, karena prediksi manusia yang bercampur dengan kekhawatiran sama halnya tidak mengakui bahwa Allah maha mengatur segalanya, dan sebab itulah mengapa di Al-qur’an disebutkan “Jangan pernah takut karena Allah bersama kita”.

Tugasmu Hanya Mempercayai Bahwa Allah Itu Maha Bijaksana, Maka Selalu Berikhtiarlah Pada-Nya

Tugas kita adalah hanya mempercayai bahwa allah itu maha bijaksana terhadap hamba-hamba-Nya, maka selalu berikhtiarlah kepada Allah. Pasrahkan semuanya dengan ikhlas, jangan berfikir terlalu keras untuk sesuatu yang tak pasti, tetapi berikhtiarlah dalam pikiran yang kita miliki agar sesuatu yang terjadi hari ini selalu menjadi sesutau yang pasti kelak dihadapan Allah.

Maksimalkan Hari Ini Dengan Bijaksana, Sadarilah Bahwa Waktu Yang Kita Miliki Begitu Singkat

Maksimalkan hari ini dengan penuh kebijaksanaan, sadarilah bahwa waktu yang kita miliki begitu singkat. Karena jika kita menyadari betapa berharganya waktu yang kita miliki ini, tentu kita tidak akan berleha-leha untuk memikirkan sesuatu yang sudah terlwati ataupun sesuatu yang akan hadir dihari esok.

Kamu Harus Bisa Bertanggung Jawab Dengan Hidupmu Hari Ini, Agar Kehidupan Yang Kamu Miliki Peuh Akan Makna

Kita harus selalu bisa betanggung jawab dengan kehidupan hari ini, agar kehidupan yang kita miliki penuh akan makna. Karena hidup akan terasa lebih bermakna jika kita selalu berusaha untuk memaksimalkan segala yang kita jalani dan dapatkan hari ini, sebab dengan demikian kita tidak akan mengingat masa yang terlewati dan kahawatir akan masa yang akan datang.