Friday, September 19, 2014

Ikhtiar Harus Serius


Allah Swt berfirman,

“Dan, orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan, sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Ankabuut [29]: 69).

Banyak sekali urusan di dunia ini yang seolah berat dilakukan, sehingga manusia tidak menyanggupinya. Padahal yang sebenarnya terjadilah hanyalah masalah mau bersungguh-sungguh atau tidak. Karena ternyata banyak sekali hal yang seolah mustahil terjadi, bisa terjadi karena kesungguhan.

Sebagai contoh, shalat Tahajud. Mengapa shalat ini seolah-olah hal yang sangat berat dilakukan? Sebenarnya bukan shalatnya yang berat tapi karena kesungguhan kita yang tidak ada. Jika kita sungguh-sungguh, maka mudah saja Tahajud itu dilaksanakan. Jika Tahajud itu hanyalah rencana yang dilontarkan bibir belaka, maka itu akan menjadi satu hal yang sangat berat dilakukan. Namun, jika rencana shalat Tahajud itu tak hanya diucapkan, melainkan diniatkan di dalam hati dengan penuh kesungguhan, maka mudah saja pada sepertiga malam terakhir kita terbangun kemudian mendirikan shalat, dengan izin Allah Swt.

Orang yang memiliki kesungguhan niat untuk menunaikan shalat Tahajud, ia pasti akan terbangun di malam hari dengan sebab apa saja. Dan, itu terjadi atas izin Allah Swt karena Dia mengetahui isi hatinya. Dia mengetahui kesungguhannya.

Jika kita punya niat yang sungguh-sungguh, maka Allah Swt akan memudahkan jalan agar niat itu terwujudkan. Kita mendekat kepada Allah satu jengkal, Allah mendekat kepada kita satu depa. Kita mendekat kepada-Nya satu depa, Dia mendekat kepada kita satu hasta. Kita mendekat kepada-Nya dengan berjalan, Dia seolah-olah memburu kita.

Ada satu kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Kisah ini diriwayatkan dari sahabat Abu Sa’id bin Malik bin Sinan Al Khudri. Ia menceritakan bahwasanya Rasulullah Saw pernah menyampaikan satu kisah di zaman dahulu, yaitu kisah seorang laki-laki kejam yang telah melakukan pembunuhan terhadap 99 orang.

Suatu hari, si pelaku pembunuhan ini merasa sangat menyesal atas perbuatannya itu. Dia pun mencari orang yang paling berilmu dengan maksud menceritakan kisahnya dan mencari tahu cara bertaubat. Ia pun berjumpa dengan orang ia cari. Sayangnya, orang yang ditemuinya itu ternyata tidak memiliki keilmuan yang cukup untuk memberikan jawaban yang kuat. Orang itu menyatakan bahwa perbuatannya tidak akan diampuni oleh Allah Swt. Karena mendengar yang tidak mengenakkan hatinya, si pelaku pun terpancing amarahnya. Lantas ia membunuh orang itu. Sehingga genap 100 orang korban yang dibunuhnya.

Kemudian, si pelaku ini melanjutkan pencariannya. Hingga di suatu tempat ia bertemu dengan seorang alim. Dia pun menceritakan maksud dan segala apa yang telah dialaminya. Ia mengutarakan keinginannya untuk bertaubat dan menjadi orang baik.

Orang alim ini menjelaskan bahwasanya si pelaku masih memiliki kesempatan yang sangat lebar untuk memohon ampun dan bertaubat kepada Allah Swt, asalkan dilakukan dengan penuh kesungguhan. Orang alim itupun memberikan nasehat kepadanya supaya ia menjauhi teman-temannya sesama pelaku dosa, juga untuk meninggalkan negerinya yang lebih banyak dihuni oleh para pelaku dosa.

Si pelaku inipun mematuhi nasehat orang alim itu. Ia sungguh-sungguh bertaubat atas apa yang dilakukannya di masa lalu. Kemudian, ia pergi meninggalkan negerinya sesuai dengan nasehat orang alim itu. Namun, di tengah perjalanan ternyata ajal kematian datang menjemputnya.

Kematiannya itu membuat malaikat pengantar adzab bersegera ingin membawanya agar bisa menghukumnya. Namun, malaikat penyampai rahmat melarangnya karena menilai bahwa orang tersebut sudah mau bertaubat. Untuk mendapatkan jawaban, diukurlah apa yang telah dilakukan oleh orang itu. Setelah dilakukan pengukuran, ternyata orang tersebut lebih dekat satu langkah ke arah golongan orang-orang yang bertaubat. Maka, Allah Swt Yang Maha Tahu terhadap setiap perbuatan hamba-Nya, mengampuni dosa-dosanya.

Kisah ini memberikan pelajaran bahwa sebesar atau sebanyak apapun dosa yang telah dilakukan, jika mau bertaubat dengan taubat yang sungguh-sungguh, maka Allah Swt akan memberikan jalan untuk bertaubat. Allah Swt pun akan menerima taubatnya sehingga diampunilah segala dosa-dosanya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda, “Allah Swt berfirman, “Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingati-Ku. Apabila dia mengingati-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatinya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingati-Ku di majlis, niscaya Aku juga akan mengingatinya di dalam suatu majlis yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku dalam jarak sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia mendekati-Ku sedepa, niscaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia datang kepada-Ku dalam keadaan berjalan seperti biasa, niscaya Aku akan datang kepadanya seperti berlari-lari kecil.” (HR. Bukhari Muslim).

sumber : http://www.smstauhiid.com/ikhtiar-harus-serius/

No comments:

Post a Comment