Tuesday, March 17, 2015

AYAT YANG PALING MENAKUTKAN BAGI KEHIDUPAN DUNIA

Ketika membaca hadits ini, Muawiyah bin Abi Sofyan menangis hingga jenggotnya basah, lantas ia pingsan. Ketika sadar, ia berkata, “Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam saat beliau membaca ayat ini.”

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Hud [11] ayat 15-16


“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka tidak akan dirugikan di dunia ini. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh akhirat, kecuali neraka. Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang mereka kerjakan.”

Mengomentari riwayat ini, Dr Abdullah Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah mengatakan, “Sebelum saya membaca kisah tentang Muawiyah bin Abi Sofyan ini, sering hati saya terguncang manakala membaca ayat tersebut.” Lanjut beliau, “Dan mungkin ayat tersebutlah yang paling menakutkan diri saya manakala membaca ayat-ayat al-Qur’an.”

Semoga Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa Dr Abdullah Azzam, dan menempatkan beliau di sisi-Nya bersama para Nabi, dan pejuang kalimat Allah lainnya. Beliau adalah sosok lembut yang telah mewakafkan dirinya untuk ilmu dan jihad di jalan-Nya semasa hidup; adalah teladan yang akan senantiasa harum dalam perbincangan dan tulisan kaum muslimin hingga akhir zaman.

Melalui kitabnya, Tarbiyah Jihadiyah, Doktor lulusan Universitas al-Azhar Kairo ini hendak menyampaikan kepada kaum muslimin, di mana pun mereka berada, tentang kewajiban yang ada di pundak mereka; bahwa kebangkitan Islam adalah amanah yang akan senantiasa ada hingga akhir zaman.

Tarbiyah Jihadiyah bukanlah kitab yang membahas bagaimana menggunakan senjata dalam pertempuran, dan serangkaian bayangan negatif lainnya. Yang terkandung di dalamnya adalah seruan agar kaum muslimin kembali ke jalan Allah Ta’ala dan hidup dalam naungan hukum-Nya.

Dalam bab pertama saja, misalnya, sosok kelahiran Palestina yang hafal al-Qur’an di usia delapan belas tahun ini mewasiatkan kepada kaum muslimin untuk tidak saling hina, mengolok-olok, menceritakan keburukan, apalagi memfitnah saudara sesama muslim.

“Apabila engkau menggunjing seseorang,” kata beliau, “berarti engkau telah menggerogoti kehormatannya.” Lanjut beliau, “Apabila kau memfitnahnya, berarti engkau telah melukai kehormatannya.” Dan, pungkasnya, “Jika engkau memperolok-oloknya, berarti engkau telah mencederai kehormatannya.”

Pantas saja, jika beliau mengalami ketakutan yang luar biasa saat membaca al-Qur’an. Sebab hal itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar imannya kepada Allah Ta’ala dan membenarkan semua ajaran Nabi-Nya yang mulia. [Pirman]

No comments:

Post a Comment